Share on facebook
Share on twitter

Aku menyelesaikan pendidikan sekolah dasarku hingga kelas 3 SD di tahun 2013. Hm, bukan karena aku terlalu cerdas, tapi aku merasa bosan dan ingin mencoba bersekolah di rumah atau homeschooling. Maka mulai naik kelas 4, ruangan kelasku tidak lagi di SD Penggilingan 07 Pagi, melainkan di rumah.

Tetapi setelahnya: aku merasa kesepian!

Begitu berhenti sekolah, otomatis aku tidak bertemu teman-teman setiap hari, seperti saat bersekolah. Semua teman mainku di rumah bersekolah dari pagi hingga siang hari. Maka mulailah Ibu mencari komunitas homeschooling yang berada di Jakarta Timur. Agar aku punya kegiatan bersama anak lain.

Bertemu Dengan OASE

Tidak lama akhirnya aku ikut OASE, sebuah komunitas yang sering mengadakan kegiatan di Rumah Inspirasi, Cipinang. Kebetulan, jarak dari Cipinang ke rumahku tidak jauh, “hanya” se-pelemparan batu… (tapi batunya masuk ke mobil dulu). Dibutuhkan waktu sekitar 30 menit perjalanan dari rumahku di Buaran ke Cipinang.

Awalnya karena jaraknya dekat, se-simpel itu alasanku masuk OASE. Berbeda dengan temanku, Fattah,  yang datang dari Cilegon atau Dhifie yang rumahnya terletak di Bintaro. Kalau ditanya ke Ibu, seandainya OASE terletak di Bintaro atau BSD, apakah Ibu bakal menyuruhku kesana?

Aku tahu jawaban yang pasti!

“Buat apa pergi jauh-jauh? Capek!”

Bergabung Bersama OASE

Jujur aku lupa pada perasaanku saat pertama kali datang dan bergabung dengan OASE. Termasuk, siapa teman pertama yang kukenal. Yang aku ingat adalah, ketika pertama kali datang aku memiih untuk MAIN BENTENG bersama dengan anak-anak Pramuka Oase.  Ketika itu baru ada satu kegiatan saja di OASE, yaitu Pramuka. Yang pada setiap hari Rabu, kami berkumpul dan berlatih Pramuka dengan kakak-kakak pembina.

Di OASE kurasakan semua bersikap sangat ramah. Aku dapat langsung akrab dengan yang teman-teman lain. Para orangtua pun tidak gemar membandingkan kemampuan anak satu dengan yang lainnya. Oya, sikap membandingkan itu kadang jadi beban buatku, loh! Psst! Bahkan mungkin untuk anak-anak lainnya.

Contohnya membandingkan dengan berkata seperti,Lihat tuh,  Kaysan nilainya bagus, masak nilai kamu hanya segini?”

Hasilnya, ketika menghadapi ujian dan aku mendapat nilai dibawah angka 90, aku pun menjadi merasa malu.

Masa Awal di OASE

Pada saat itu, aku kadang merasa sebal pada satu hal, yaitu ketika, anak-anak di OASE seringkali sibuk dengan gawai masing-masing. Aku yang memang tidak mempunyai gawai –bahkan hingga sekarang-, terkadang ketinggalan informasi dari yang teman-teman lain. Aku jadi merasa kurang apdet atau bahkan merasa diabaikan.

“Keanehan” lainnya yang kurasakan adalah, sedikit sekali anak di OASE yang suka bermain bola atau galasin. Padahal dulu saat masih sekolah, aku rela bela-belain berangkat pukul 05.30 demi bermain bola sebelum masuk kelas!

Seru, tahu!

Karena masih bocil, aku tidak terlalu akrab dengan yang lain. Jika teman lanjut bermain di Cipinang setelah latihan Pramuka, aku lebih memilih pulang lalu main bola bersama teman-teman di komplek rumah setelah mereka pulang sekolah.

Rasanya lebih asik dan sehat! Hahaha!

Semakin Mengenal Teman-Teman di OASE

Waktu pun berlalu, hingga aku terlibat dalam kegiatan Eksplorasi 2016. Saat itulah aku kenal lebih akrab dengan lebih banyak teman. Bahkan, setelah selesai kegiatan pun, kami jadi semakin dekat.

Salah satu teman di OASE, yaitu Yudhis sempat berkomentar bahwa sebelum kegiatan Eksplorasi 2016, Yudhis tidak tahu siapa dan yang mana aku!

Menurut Yudhis, aku mirip kurcaci, alias tidak kelihatan!

Seiring waktu, aku semakin menikmati kegiatan dan suasana di OASE, seiring bertumbuh besarnya aku dan teman-teman, ditambah dengan semakin banyak kegiatan yang semakin asyik. Dari 7 hari, kini aku selalu menunggu hari Rabu, karena artinya aku bisa main dengan teman-teman di OASE. Ingin tahu lebih banyak tentang pengalamanku yang lain dalam berkegiatan selama menjadi anak homeschooling? Aku hadir di OFEST 2019, loh! Yuk, segera daftar.

Artikel Lainnya

Pengalaman Unik Sebagai Anak Homeschooling

Masih kuingat ketika itu waktu menunjukkan pukul tujuh pagi, tetapi sudah banyak terdengar riuh rendah suara di sebuah suasana yang begitu sibuk. Aku dan teman-teman OASE Penggalang larut dalam kesibukan itu, bertepatan dengan kegiatan OFEST 2017 di Museum Bank Mandiri.

Mengasah Kemampuan dari Hobi dan Homeschooling

Aku mempunyai tiga hobi yang menyenangkan, yaitu hobi fotografi, astronomi dan traveling. Aku merasa beruntung mempunyai tiga ilmu melalui hobiku ini, karena ketiganya dapat berkolaborasi terutama dalam pembelajaranku melalui homeschooling.

Saya dan Kegiatan Harian Yang Menyenangkan

Sebagai anak homeschooler atau lebih suka saya sebut dengan ‘independent learner’ banyak waktu luang yang diperoleh karena tidak ada aktivitas sekolah. Namun, banyak orang berpikir homeschooiing artinya tidak banyak kerjaan atau bisa dibilang “nganggur” terus setiap hari.

Panitia OFEST 2019

OFEST 2019 diselenggarakan oleh Pramuka Penggalang dan Penegak OASE, yang terdiri dari 36 anak usia 11-17 tahun.

Anggota Pramuka OASE adalah anak-anak yang menjalani homeschooling atau pendidikan berbasis keluarga (homeschooling/home education). 

Klub OASE 2018-2019 © All Rights Reserved. Design by Yudhistira G.S.