Share on facebook
Share on twitter

Semua berawal dari keinginan orang tuaku untuk tidak menyekolahkan kami, alias homeschooling. Sebelumya, di Kota Sidoarjo, aku dan adikku sempat bersekolah. Aku sempat bersekolah sampai kelas 3 SD, sedangkan adikku hanya 6 bulan di kelas 1 SD. Tahun 2013 kami pindah di Bogor.

Melihat situasi Kota Bogor dan jarak antara rumah dan sekolah terdekat yang lumayan jauh, maka orang tuaku memutuskan untuk tidak menyekolahkan kami. Ayahku tertarik untuk bergabung di komunitas Klub Oase setelah mendapatkan informasi di internet bahwa klub sekolah rumah ini memiliki kegiatan Pramuka, kalau tidak salah nomor kontak yang tercantum di situs tersebut adalah nomor Kak Raken, salah satu orangtua praktisi homeschooling.

Tak lama, Ayahku pun mencari informasi lebih banyak lagi tentang Klub Oase termasuk informasi tentang Rumah Inspirasi. Dari situlah Ayahku merasa bahwa keluarga yang memilih pendidikan berbasis keluarga, seperti kami ini ternyata lumayan banyak.

Rencana Homeschooling

Beberapa hari kemudian aku dan adikku diajak duduk bersama membahas tentang rencana orang tuaku untuk tidak menyekolahkan kami. Kami diberikan penjelasan tentang hal-hal yang akan kami hadapi dalam menjalankan rencana ini. Kalau aku boleh sedikit menarik mundur pengalamanku semasa bersekolah dulu, aku sudah merasakan bagaimana orang tuaku tidak terlalu memaksakan kami bersekolah, seringkali kalau kami malas bangun pagi dan bilang tidak mau sekolah, orangtua kami mengijinkan. Padahal jarak sekolah dengan rumah kami hanya beberapa ratus meter saja. Sekarang aku mengerti, mengapa sewaktu kami pindah ke Bogor orangtua kami semakin kuat keinginannya untuk menjalankan homeschooling.

Bergabung Dengan Klub Oase

Setelah keputusan memilih homeschooling kami sepakati bersama, mulailah aku bergabung dengan komunitas Klub Oase. Mulailah perjalan bersama teman-teman di Klub Oase kujalankan, dan ternyata seru sekali!

Kenangan yang paling melekat dalam benakku adalah saat Klub Oase melakukan field trip ke TMII yang ditutup dengan kegiatan “berburu” ikan di kolam. Dan malamnya ikan yang berhasil kami tangkap terpaksa kami serahkan ke penjual ikan hias di dekat rumah, karena aku … memang tidak berpengalaman untuk mengurus ikan. :”)

Teman Pertama

Bisa dibilang temanku yang pertama adalah Tata. saat aku di kali pertama mengikuti kegiatan Klub Oase, kuingat Tata yang lebih dulu menghampiriku. Selama beberapa minggu setiap ada kegiatan Oase kemanapun Tata pergi, aku selalu mengikutinya.

Kalau diingat ingat kembali pengalaman itu memang agak lucu, dimana aku yang usianya lebih tua malah justru mengikuti Tata yang lebih muda dariku, macam seekor anak ayam dan induknya!

Perjalanan Pertama Tanpa Orangtua

Selain kenanganku melakukan field trip ke, aku juga memiliki kenangan yang sampai sekarang masih menjadi favoritku. Yaitu saat pertama kalinya aku berangkat sendiri bersama teman teman Klub Oase yang lain ke Pulau Harapan tanpa didampingi orang tua kami! Wuiiih!

Kami sendiri yang merencanakan perjalanan ke Pulau Harapan. Mulai dari jadwal kegiatan yang akan kami lakukan disana, transportasi yang akan kami gunakan, tempat menginap, sampai mencari dana untuk kegiatan tersebut. Bagaimana kami mencari dana untuk perjalanan kami?

Tentu saja melalui acara OFEST! :D. Itu mungkin akan menjadi cerita untuk kali lain, tapi singkat cerita, kami memutuskan untuk membuat sebuah acara tentang homeschooling yang semuanya juga direncanakan dan diselenggarakan oleh kami dengan bantuan kakak-kakak mentor, tentunya.

Menikmati Proses Belajar Melalui Homeschooling

Jika menanyakan perasaanku saat melakukan kedua pengalamanku yang diatas, jujur, aku … sampai sekarang masih nggak percaya? Terutama saat kami dengan sukses menyelenggarakan acara pertama kami. Terkadang aku suka merenung, jika saja aku tidak menerima tawaran kedua orang tuaku untuk memulai homeschooling, kira-kira aku sedang apa sekarang?

Mungkin aku akan sibuk di depan meja belajarku, tenggelam dengan berbagai macam pekerjaan rumah kali ya? Entahlah. Yang pasti, aku sangat bersyukur dengan kesempatan yang diberikan oleh orang tuaku untuk memilih sekolah rumah, dan aku sangat senang dengan semua pengalamanku selama di Klub Oase.

Semoga persahabatan yang terbangun di antara kami akan terus berlanjut hingga kami tua nanti. Aamiin.

Artikel Lainnya

Kegiatan Seru Bersama di 2018

When I say a lot has happened this year, I mean it. Bagi kami, anak-anak homeschooling, tahun 2018 adalah tahun superpadat dengan kegiatan di Pramuka Oase.

Mengasah Kemampuan dari Hobi dan Homeschooling

Aku mempunyai tiga hobi yang menyenangkan, yaitu hobi fotografi, astronomi dan traveling. Aku merasa beruntung mempunyai tiga ilmu melalui hobiku ini, karena ketiganya dapat berkolaborasi terutama dalam pembelajaranku melalui homeschooling.

Pengalaman Unik Sebagai Anak Homeschooling

Masih kuingat ketika itu waktu menunjukkan pukul tujuh pagi, tetapi sudah banyak terdengar riuh rendah suara di sebuah suasana yang begitu sibuk. Aku dan teman-teman OASE Penggalang larut dalam kesibukan itu, bertepatan dengan kegiatan OFEST 2017 di Museum Bank Mandiri.

Panitia OFEST 2019

OFEST 2019 diselenggarakan oleh Pramuka Penggalang dan Penegak OASE, yang terdiri dari 36 anak usia 11-17 tahun.

Anggota Pramuka OASE adalah anak-anak yang menjalani homeschooling atau pendidikan berbasis keluarga (homeschooling/home education). 

Klub OASE 2018-2019 © All Rights Reserved. Design by Yudhistira G.S.