Share on facebook
Share on twitter

Aku mempunyai tiga hobi yang menyenangkan,  yaitu hobi fotografi, astronomi dan traveling. Aku merasa beruntung mempunyai tiga ilmu melalui hobiku ini, karena ketiganya dapat berkolaborasi terutama dalam pembelajaranku melalui homeschooling.

Contohnya adalah ilmu astronomi dengan ilmu fotografi menjadi ilmu astrofotografi atau memotret benda langit. Pengalaman menarik, ketika aku berburu untuk astrofotografi, dimana untuk mendapat foto yang bagus, aku harus pergi ke suatu tempat yang jauh dari polusi dan terangnya lampu perkotaan.

Asyik, kan? Tentu saja masih banyak sekali pembelajaran yang mengasah kemampuanku yang aku dapatkan.

Belajar Dengan Cara Yang Seru

Bagiku belajar melalui homeschooling itu tidak hanya menemukan hobi yang cocok, tetapi aku juga  mendapatkan cara belajar yang sangat pas. Karena cara belajarku adalah dengan banyak melakukan perjalanan. Dimana ketika belajar melalui perjalanan itu, aku banyak sekali bertemu dengan orang-orang yang ahli di bidangnya, dan aku mendapatkan ilmu dari mereka.

Kemampuan lain yang kudapatkan dan sangat penting adalah, kepercayaan diri terbentuk dengan baik. Karena menjadi percaya diri itu sangat penting, terasah seiring waktu melalui skill yang aku miliki. HIngga aku mampu menyesuaikan diri dengan banyak orang dan lingkungan baru.

Dengan kepercayaan diri ini, sangat membantuku ketika sedang bepergian untuk tidak ragu bertanya ketika bingung mencari arah.

Foto Ceca

Mampu Mengendalikan Diri

Akupun harus mampu menyeimbangkan kepercayaan diri yang kumiliki, ketika memotret kategori human interest atau aktivitas orang.  Karena terkadang ada orang-orang yang tidak suka atau kurang nyaman ketika difoto.

Jadi dalam hal ini,  aku harus belajar seimbang untuk tidak terlalu percaya diri dengan melatih kemampuan untuk menahan diri. Contohnya adalah ketika aku sedang melihat seorang perajin belerang sedang memukul bongkahan belerang. Pada saat itu, menurutku, pose dan momen untuk memotret kegiatan itu sangatlah bagus dan pas. Spontan, aku memotret perajin tersebut, tetapi akibatnya tak diduga! Sang perajin keberatan untuk difoto tanpa izin, dan akupun kena marah! Hahaha!

Aku jadi belajar, bahwa ada momen dimana orang yang ingin kufoto ternyata sedang sangat fokus bekerja tanpa ingin ada gangguan apapun. Dengan meminta izinpun akan mengganggu dia, apalagi langsung memotret. Ternyata percaya diri pun harus mampu dikendalikan.

Foto Ceca

Menumbuhkan Kemandirian

Kusadari bahwa perlahan kemandirian pun tumbuh dalam keseharianku. Menurutku, kemandirian tidak kalah penting dari kepercayaan diri, malah dapat dibilang kepercayaan diri adalah bagian dari kemandirian.

Salah satu cara mengasah kemandirian adalah dengan melakukan solo traveling. Menurutku, solo traveling itu sangat seru dan sangat menantang. Aku mendatangi daerah yang kurang kukenal-sendirian- tidak ada yang bisa di andalkan untuk jadi penunjuk arah, tidak ada yang mengingatkan barang yang mungkin tertinggal, dan masih banyak lagi. tapi menurutku disitulah serunya solo traveling, melatih kemandirianku, melatih agar aku tidak tergantung pada orang lain.

Sebetulnya, masih banyak yang mau aku ceritakan tentang kemampuan-kemampuan lainnya, tapi sepertinya lebih seru jika cerita-cerita lainnya kukisahkan di acara OFEST 2019. Sampai ketemu di OFEST tanggal 26-27 Januari 2019, ya!

Artikel Lainnya

CARI TEMAN, GABUNG OASE

Aku menyelesaikan pendidikan sekolah dasarku hingga kelas 3 SD di tahun 2013. Hm, bukan karena aku terlalu cerdas, tapi aku merasa bosan dan ingin mencoba bersekolah di rumah atau homeschooling. Maka mulai naik kelas 4, ruangan kelasku tidak lagi di SD Penggilingan 07 Pagi, melainkan di rumah.

OFEST 2017 vs OFEST 2019

Apakah teman-teman masih ingat acara OFEST 2017? Yang jelas kuingat adalah, acara OFEST 2017 merupakan acara yang sungguh berkesan. Dua tahun berlalu, kini kami para penggalang OASE sedang mempersiapkan OFEST 2019! Yeaaayyyyy!

Saya dan Kegiatan Harian Yang Menyenangkan

Sebagai anak homeschooler atau lebih suka saya sebut dengan ‘independent learner’ banyak waktu luang yang diperoleh karena tidak ada aktivitas sekolah. Namun, banyak orang berpikir homeschooiing artinya tidak banyak kerjaan atau bisa dibilang “nganggur” terus setiap hari.

Panitia OFEST 2019

OFEST 2019 diselenggarakan oleh Pramuka Penggalang dan Penegak OASE, yang terdiri dari 36 anak usia 11-17 tahun.

Anggota Pramuka OASE adalah anak-anak yang menjalani homeschooling atau pendidikan berbasis keluarga (homeschooling/home education). 

Klub OASE 2018-2019 © All Rights Reserved. Design by Yudhistira G.S.