Share on facebook
Share on twitter

Sebagai anak homeschooler atau lebih suka saya sebut dengan ‘independent learner’ banyak waktu luang yang diperoleh karena tidak ada aktivitas sekolah. Namun, banyak orang berpikir homeschooiing artinya tidak banyak kerjaan atau bisa dibilang “nganggur” terus setiap hari.

Sejak umur 6 tahun, yaitu umur saya mulai homeschooling, orangtua saya selalu aktif mencari aktifitas untuk mengisi waktu keseharian dengan les atau kelas-kelas yang bervariasi, termasuk Klub Oase. Kebanyakan lebih mengarah kepada skills daripada pelajaran akademik hingga saya bisa lebih fokus kepada hal-hal yang saya suka! Setiap hari saya memiliki jadwal tertentu untuk berbagai macam kegiatan dari hari Senin hingga Minggu.

Bahasa Mandarin, Aikido, Menari, Menggambar dan Piano!

Yang pertama adalah les bahasa Mandarin di dekat rumah setiap hari Senin dan Selasa. Setelah itu latihan Aikido bersama Papa selama seminggu dua kali, di hari Senin dan Jumat. Aikido adalah bela diri yang berasal dari Jepang, saya sudah latihan selama 9 tahun sejak berumur 5 tahun, dan buat saya ini adalah kelas yang paling legendaris, karena sudah bersama saya dari kelas anak-anak sampai sekarang masuk ke kelas dewasa. Untung karena tidak harus bangun pagi setiap hari, latihannya selalu dilakukan pada malam hari.

Saya juga mengkuti kelas tari tradisional setiap hari Rabu dan Sabtu di Sanggar Tari Ekayana. Saya sudah pentas bersama teman-teman disana di bebarapa tempat seperti Taman Mini dan Ancol, hal ini bagus juga untuk menambah pengalaman seperti apa rasanya pentas di atas panggung. Tarian yang diajarkan lebih banyak pada tarian daerah Sunda dan Betawi.

Selain tiga kegiatan tadi, ada lagi kegiatan favorit saya yaitu, mengambar dan bermain piano. Global Art adalah tempat saya berlatih gambar selama 9 tahun hingga sekarang pada setiap hari Jumat, berbarengan dengan lamanya saya berlatih Aikido.

Sementara untuk kelas Piano saya belajar di YPM Manggarai (Yayasan Pendidikan Musik) saat ini saya sudah sampai pada tingkat 3. Yang seru dari kelas piano ini adalah, bahwa murid-murid diharuskan untuk mengikuti beberapa kegiatan musik selain praktik, seperti teori musik dan paduan suara.

Serunya Public Speaking

Terakhir saya mengikuti komunitas Public Speaking yang bernama Agora. Di Klub Oase juga sudah dibentuk unit kegiatan ini. Saya datang setiap Sabtu pagi ke HSBC Tower di jalan Sudirman, disana kita belajar cara menyampaikan pesan dengan berbicara didepan umum secara baik dan efektif, dalam bahasa Inggris. Sejak ikut kelas public speaking, saya merasa jauh lebih berani berdiri di depan audiens dewasa, karena salah satu motto kita disana adalah “Don’t be afraid to make mistakes”  atau “Jangan takut untuk membuat kesalahan”.

Karena pasti kebanyakan orang akan merasa takut kalau harus melakukan public speaking. Tapi tidak mengapa, selalu ada ‘the first time for everything’ hingga jika ada kesalahan, itu adalah sesuatu yang wajar. Kita semua juga akan belajar dari kesalahan tersebut, dan dari situlah wawasan dan pengetahuan bertambah luas.

Harapan saya adalah dari semua aktivitas dan kemampuan ini, saya dapat menjadi manfaat kepada banyak orang. HIngga akan banyak orang yang juga dapat menemukan potensi diri mereka sendiri. Yuk, bertemu dengan saya dan teman-teman homeschooling lainnya di acara yang sedang kami garap bersama, yaitu OFEST 2019. See you!

Artikel Lainnya

Pengalaman Unik Sebagai Anak Homeschooling

Masih kuingat ketika itu waktu menunjukkan pukul tujuh pagi, tetapi sudah banyak terdengar riuh rendah suara di sebuah suasana yang begitu sibuk. Aku dan teman-teman OASE Penggalang larut dalam kesibukan itu, bertepatan dengan kegiatan OFEST 2017 di Museum Bank Mandiri.

Mengasah Kemampuan dari Hobi dan Homeschooling

Aku mempunyai tiga hobi yang menyenangkan, yaitu hobi fotografi, astronomi dan traveling. Aku merasa beruntung mempunyai tiga ilmu melalui hobiku ini, karena ketiganya dapat berkolaborasi terutama dalam pembelajaranku melalui homeschooling.

Kenangan Termanisku di Oase

Semua berawal dari keinginan orang tuaku untuk tidak menyekolahkan kami, alias homeschooling. Sebelumya, di Kota Sidoarjo, aku dan adikku sempat bersekolah. Aku sempat bersekolah sampai kelas 3 SD, sedangkan adikku hanya 6 bulan di kelas 1 SD. Tahun 2013 kami pindah di Bogor.

Panitia OFEST 2019

OFEST 2019 diselenggarakan oleh Pramuka Penggalang dan Penegak OASE, yang terdiri dari 36 anak usia 11-17 tahun.

Anggota Pramuka OASE adalah anak-anak yang menjalani homeschooling atau pendidikan berbasis keluarga (homeschooling/home education). 

Klub OASE 2018-2019 © All Rights Reserved. Design by Yudhistira G.S.